Ingin membangun struktur organisasi perusahaan kecil agar dapat berjalan lebih efisien? Meskipun terkesan ribet, namun penyusunannya lebih sederhana dibandingkan perusahaan berkembang.
Sebab, anggota tim pada perusahaan tersebut cenderung lebih sedikit dan tidak ada jabatan spesifik. Pada perusahaan kecil bukan tidak mungkin satu orang merangkap beberapa peran.
Baca juga : Hal-hal Apa Saja yang Diperlukan dalam Rapat Bisnis
Pasalnya, ketika bisnis sedang berusaha merintis, setiap anggotanya perlu melakukan effort lebih. Namun, sekecil apapun sebuah organisasi Anda tetap membutuhkan struktur yang baik agar tatanan lebih mapan.
Lantas bagaimana struktur organisasi perusahaan kecil yang bisa Anda contoh? Melalui artikel kali ini kami akan membahasnya secara lengkap agar bisa Anda jadikan referensi.
Struktur Organisasi Perusahaan Kecil
Anda tentu sudah mengetahui bahwa dalam setiap struktur tentu memiliki karakteristik dan pembagian tugas yang berbeda. Oleh karena itu, Anda perlu mencermati pilihan terbaik pada perusahaan.
Beberapa contoh struktur organisasi perusahaan kecil bisa Anda lihat pada ulasan berikut ini :
1. Fungsional
Contoh pertama yang bisa Anda jadikan referensi adalah struktur fungsional. Di mana, sistem kerja dari struktur ini berdasarkan peran pekerjaan setiap karyawan. Contohnya dengan mengelompokkan di dalam 1 divisi seperti marketing.
Namun, pada pembuatan struktur organisasi fungsional akan terdapat hierarki. Di mana nantinya akan ditentukan pula siapa kepala, wakil, hingga jabatan lain di bawahnya.
2. Struktur Organisasi Divisional
Berikutnya struktur organisasi perusahaan kecil yang bisa Anda coba terapkan dalam membangun bisnis lebih efektif adalah struktur divisional. Di mana peran serta dari struktur ini didesentralisasikan.
Baca juga : Kelebihan dan kekurangan investasi Saham
Anda harus membagi karyawan pada usaha yang sedang berjalan berdasarkan produk atau wilayah. Hal ini tidak lagi berkaitan dengan fungsi atau kemampuan kerja masing-masing karyawan.
Pembuatan struktur organisasi divisional menjadi sangat penting apabila Anda memiliki lini produk berbeda. Atau ketika Anda sudah membangun bisnis cabang pada kota atau daerah lain.
3. Bagan Datar
Apakah Anda pernah mendengar bagaimana struktur datar? Berdasarkan Business New Daily, struktur datar merupakan sebuah organisasi yang terdesentralisasi. Sehingga hampir semua karyawan pada sebuah perusahaan memiliki wewenang yang sama.
Struktur ini lebih meminimalisir adanya hierarki. Sehingga, jajaran eksekutif hanya memiliki otoritas sedikit lebih banyak daripada karyawan lainnya. Biasanya, struktur organisasi perusahaan kecil ini banyak dikembangkan oleh perusahaan rintisan seperti StartUp.
StartUp lebih banyak mengambil pendekatan modern untuk bekerja karena memang belum memiliki karyawan cukup. Sehingga, sistem kerjanya belum bisa dibagi menjadi beberapa departemen aktif.
Meskipun begitu, penerapan struktur ini juga sangat menguntungkan. Pasalnya, dapat membuat karyawan cenderung lebih mandiri, cepat mempraktikkan ide baru, dan meningkatkan komunikasi antar karyawan.
Kelemahan dari struktur organisasi datar adalah kurangnya pengawasan terhadap karyawan. Sehingga bisa saja terjadi kerancuan terkait prosedur pelaporan yang umum dilakukan perusahaan minimal 1 bulan sekali.
4. Struktur Organisasi Matriks
Jika Anda ingin membangun struktur organisasi perusahaan kecil secara matrik. Maka, Anda tengah membangun perusahaan dengan karakteristik yang berasal dari penggabungan organisasi fungsional dan divisi.
Struktur matriks membangun konsep kerja secara tim. Sehingga tidak ada kepala departemen, melainkan hanya ketua pada setiap tim yang tercipta.
Baca juga : Rekomendasi Grosir Barang yang Cepat Laku
Konsep ini seperti menyatukan karyawan yang fokus terhadap proyek, tetapi mengisi peran berbeda dari berkembangnay sebuah bisnis.
Kelemahan dari struktur ini adalah terlalu banyak desentralisasi. Sehingga bisa saja membingungkan karyawan terkait siapa penanggung jawabnya.
5. Struktur Organisasi Berubah
Bagi Anda pemilik perusahaan kecil mungkin tidak lagi asing dengan keberadaan struktur organisasi berubah-ubah. Pasalnya, banyak pemilik usaha kecil yang membentuk susunan bisnis secara grambyangan tanpa memikirkan perkiraan ke depan lebih jauh.
Pada teknik ini, Anda bisa membangun bisnis sendiri atau menggunakan satu dua asisten. Seiring bisnis mulai berjalan, Anda dapat mempelajari lebih lanjut terkait pengisian peran karyawan di dalam sebuah organisasi.
Jika Anda sudah mendapati bisnis mulai berkembang. Maka, Anda bisa mulai untuk membangun struktur organisasi perusahaan kecil dan melakukan evaluasi untuk beralih ke struktur lainnya.
Salah satu contoh adaptasi dari struktur organisasi ini adalah jika Anda pada awalnya hanya beroperasi pada satu kota. Namun, setelah beberapa waktu bisnis berkembang dan membuka cabang pada kota lain.
Maka, pada tiap perubahan ini mengharuskan Anda untuk melakukan perombakan terhadap struktur organisasi perusahaan yang Anda miliki.
6. Pembentukan Struktur Berdasarkan Proyek
Sesuai dengan nama strukturnya, maka pembuatan dari konsep ini berdasarkan pada proyek yang dikerjakan dalam satu waktu. Pada struktur organisasi perusahaan kecil ini, Anda akan mendapati manajer bertindak sebagai pengawas.
Karena berdasarkan proyek yang dikerjakan dalam satu waktu. Maka, konsep struktur ini mengharuskan adanya pembubaran tim dan sumber daya setelah proyek selesai.
Baca juga : Cara Memulai Bisnis Online Kosmetik untuk Pemula
Keuntungan penerapan ini adalah mendorong pengambilan keputusan dan komunikasi lebih efektif. Selain itu, Anda juga bisa meningkatkan fleksibilitas karyawan.
Penutup
Nah, dari beberapa contoh struktur organisasi perusahaan kecil di atas tadi manakah yang paling cocok Anda terapkan?
Pilih struktur yang menurut Anda terbaik dan sesuai dengan pembangunan bisnis. Tujuannya agar pembuatan struktur lebih efektif dan bekerja maksimal.